Minggu, 08 Juni 2014

Lirik Nasyid Zawjati (Bahasa Arab, dan Indonesia)



Lirik Lagu Zaujati



احبك مثلما انتى احبك كيفما كنتى
Uhibbuki mitsla maa anti Uhibbuki kaifa maa Kunti 
Aku mencintaimu apapun dirimu, Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu

ومهما كان مهما صار انتى حبيبتى انتى
Wa mahmaa kaana mahmaa shooro, Antii habiibatii anti 
Apapun yang terjadi dan kapanpun, Engkaulah cintaku

زوجتى انتى حبيبتى انتى
Zaujatii, Antii habiibatii anti 
Duhai istriku, Engkaulah kekasihku

حلالى انت لا اخشى عزولا همه مقتى
لقد اذن الزمان لنا بوصل غير منبتى
Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu maqti. 
Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti
Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang. 
Kita satu tujuan untuk selamanya

سقيت الحب فى قلبى بحسن الفعل والسمت
يغيب السعد إن غبت ويصفو العيش إن جئت
Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti 
yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti
Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu. 
Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap. Hidupku menjadikan terang ketika kamu disana

نهاري كادح حتى إذا ما عدت للبيت
لقيتك فانجلى عني ضناى اذا ما تبسمت
Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti
Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti
Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu. 
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum

تضيق بى الحياة اذا بها يوما تبرمتى
فأسعى جاهدا حتى احقق ما تمنيتى
Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman tabarromti. 
Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti
Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras. 
Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan

هنائى انت فلتهنئى بدفء الحب ما عشتى
فروحانا قد ائتلفا كمثل الارض والنبت
Hanaa'ii anti faltahna'ii bidif-il hubbi maa 'isyti. 
Faruuhanaa qodi'talafaa kamitslil ardhi wannabti 
Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahaiaan selamanya. 
Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah tumbuhan

فيا أملى ويا سكني ويا انسي وملهمتى
يطيب العيش مهما ضاقت الايام ان طبتى
Fa yaa amalii wa yaa sakanii wa yaa unsii wa mulhimati. 
Yathiibul 'aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti
Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku.
Indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia






Koreksi : Ada beberapa kalimat yang mungkin dianggap musykil, bermasalah. Yaitu, kalimat      “Fa yâ amalî wa yâ sakanî  wa yâ unsî wa mulhimateee” [You're my hope, my peace my good company and inspiration, Kamu adalah harapanku, ketenanganku, kedamaianku dan pemberi inspirasi --dalam hidupku],  karena kalimat ini bisa menjerumuskan kepada syirik mahabbah, syirik cinta; menduakan cinta Allah dengan cinta makhluk-Nya. Seolah  istrilah yang menjadikan hidup ini indah, tumpuan harapan, sumber ketenangan-kedamaian dan sumber inspirasi.  Oleh karenanya, perlu kami ingatkan bahwa kalimat-kalimat tersebut tidak sepantasnya diucapkan, tentu bila ini dimaksudkan untuk mengagungkan dan memuja istri terlalu berlebihan. Tetapi bila kalimat ini hanya dimaksudkan untuk menggambarkan betapa hidup ini terasa hampa tanpa kehadiran seorang istri sebagaimana hampanya hidup Adam tanpa kehadiran Hawa, dan dialah yang menjadikan semua letih-lelah suami sirna dengan senyum cintanya, tentu saja ini diperbolehkan, bahkan tidak sedikit seorang suami yang mendapatkan banyak inspirasi karena kehadiran istrinya tercinta, dan in syaAllah inilah yang dimaksudkan oleh si munsyid. Wallahu A’lam.
Diterjemahkan oleh Ibnu Abdul Bari el ‘Afifi.  Kalau ada yang berminat share atau copas, sangat dipersilahkan. Tak usah lah minta-minta izin segala, yang penting cantumin aja sumber link ini,  dan semua dinukil dengan sempurna, termasuk  koreksiannya. Jazakumullah.  Akhukum fillah, Ibnu Abdul Bari el ‘Afifi.



----------------------> Senin, 09 Juni 2014 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar